Polsek Kayan Hilir bersama Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di empat desa di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan menyasar tujuh titik kebakaran yang tersebar di Desa Natai Tebedak, Desa Tuguk, Desa Jaya Sakti, dan Desa Sungai Meraya. Berdasarkan data yang dilaporkan, total luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 6,1 hektare.
Rinciannya, dua titik di Desa Natai Tebedak dengan luas masing-masing sekitar 0,8 hektare dan 1 hektare. Dua titik di Desa Tuguk masing-masing sekitar 1 hektare, dua titik di Desa Jaya Sakti masing-masing sekitar 0,8 hektare, serta satu titik di Desa Sungai Meraya dengan luas sekitar 0,7 hektare.
Dalam penanganan tersebut, Polsek Kayan Hilir mengerahkan tujuh personel dengan dukungan Manggala Agni dan MPA. Petugas menggunakan kendaraan roda dua serta alat penyemprot untuk menunjang kegiatan pemadaman di lokasi.
Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, personel gabungan juga memantau titik-titik kebakaran untuk mengantisipasi api meluas serta berkoordinasi dengan perangkat terkait dalam penanganan Karhutla.
Berdasarkan perkembangan yang dilaporkan, upaya pemadaman telah dilakukan dan dilanjutkan dengan pendinginan. Pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Polsek Kayan Hilir mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, segera melaporkan apabila menemukan kebakaran, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sinergi antara kepolisian, petugas terkait, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan serta mencegah meluasnya kebakaran lahan.